• Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download
facebook twitter instagram linkedin

nanda pangesti

Sebelum menjawab mana yang lebih seru, Queen of Mystery Season 1 atau Queen of Mystery Season 2? Boleh lah kita flashback dikit cerita misteri ala detektif ini. 

Queen of Mystery Season 1

Di season pertama, Yoo Seol Ok yang diperankan oleh Choi Kang He (Yup, one of my favorite actress) menjadi istri seorang Jaksa. Ia harus mengubur cita-citanya sebagai polisi wanita dan fokus menjadi menantu dan istri. Yoo Seol Ok merasa terkekang dengan tugas-tugas rumah tangga dan ibu mertua yang terlalu mengaturnya. Sebenarnya dari situasi dan kondisi Yoo Seol Ok di season pertama sama sekali ga keren. Wanita yang sebenarnya tidak berdaya. Dari penampilannya pun aneh menurut saya. Walaupun akan banyak yang menilai gaya pakaian dia unik.

Yang membuat karakter ini keren adalah cara dia memecahkan sebuah misteri kasus kriminal. Rasa penasarannya tinggi dan pantang menyerah. Detektif yang memiliki julukan anjing gila, Ha Wan Seung diperankan (Kwon Sang Wo) diam-diam mengakui kemampuannya. Sayang, gengsinya sebagai detektif dan juga laki-laki membuat dia sering menghalangi Seol Ok saat akan memecahkan kasus. Tapi dari kasus ke kasus tiap episodenya asli bikin penasaran dan ga sabar menunggu episode selanjutnya (jikalau nonton pas masih airing). Kisah percintaan sahabat Seol Ok, Kyung Mi dengan Bae Kwang Tae bikin gemas di season pertama. Perolehan rating juga cukup sukses di angka 10%.

 Queen of Mystery Season 2.

Sementara itu, kondisi di season kedua jauh berbeda. Seol Ok memutuskan berpisah dengan suaminya yang tak menepati janji membuka kasus orang tua Seol Ok. Lalu apakah kisah cinta antara Seol Ok dan Wan Seung bersambut di season kedua? Jangan terlalu berharap ya. Cerita asmara mereka semulus jalan tol di Jakarta yang sedang macet nggak bisa gerak. Hiks. Sayang sekali. 

Choi Kang He dan Kwon Sang Wo.

Seol Ok jauh lebih keren dari penampilan dan karakternya. Ia seolah lepas mengekpresikan diri sendiri setelah terbebas dari pernikahan. Tapi Wa Seung tetap sama saja soal genggi. Dia konsisten. Bukan berarti hubungan mereka nggak manis ya. Seperti season pertama, Seol Ok dan Wa Seung selalu bersama kemana-mana. Memecahkan kasus demi kasus yang kebanyakan terjadi di sekitar Seol Ok. Mereka tidak pacaran tapi terlalu sweet kalau disebut sebatas teman. Gemash deh pokoknya. 

Untuk yang suka cerita detektif mungkin drama ini bisa jadi tontonan menghibur. Tapi jangan disamakan dengan Voice atau Signal yang sedikit (atau banyak) lebih serius. Kesimpulannya, Queen of Mystery season 2 lebih seru menurut saya. Karena Seol Ok tidak melulu berurusan dengan ibu mertua. Tapi fokus pada kasus dan cara pemecahannya. Tapi entah kenapa rating yang didapatkan tidak sesuai ekspektasi. Hingga saat ini Queen of Mystery season 2 hanya mendapatkan rating sekitar 6% saja. 

Buat yang udah nonton, menurut kalian lebih seru mana? 


Terima kasih sudah membaca. Sarange ~
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments
Tulisan ini dibuat untuk mengapresiasi Drama yang masih airing yang menurut saya sangat bagus. Semoga membantu kalian yang sedang mencari drama untuk ditonton. Judulnya "a Poem a Day". Saya cenderung menilai bagus atau tidaknya drama atau film dari ceritanya. Aktor atau aktris justru tidak begitu penting. Dan "a Poem a Day" memiliki cerita dan gaya penyampaian yang sangat menarik. Penulis tampak sangat cekatan mengolah cerita dan Sutradara mampu memberikan roh di setiap adegan. Sementara aktor dan aktrisnya masih tergolong pendatang baru. Mereka memang tidak memasang wajah-wajah yang familiar. 
Tiada bunga yang mekar tanpa terayun. Bunga tercantik sekali pun semuanya mekar dengan terayun. Dengan terayun, mereka dapat tumbuh dalam posisi tegak. 
Itulah puisi pertama di episode pertama drama ini. Puisi yang sangat menyentuh bagi orang yang sedang putus asa. Dan memotivasi agar jangan tenggelam dalam keputusasaan itu. Beberapa drama menyelipkan puisi pada cerita. Masih ingat kan puisi di drama Goblin yang fenomenal itu? Kayaknya bukan kebetulan kalau saya menyukai drama ini. Karena baik Goblin atau a Poem a Day adalah favorit saya sepanjang masa. Menemukan mereka cukup membuat hati berbunga padahal tidak sedang jatuh cinta (jadi romatis gini mungkin efek puisi).

Pemeran Utama (Dari kanan ke kiri ) Jang Dong Yoon, Lee Yoo Bi, Lee Joon Hyuk.

Para pemain Drama a Poem a Day. Adalah yang kalian hapal?

Ceritanya tentang seorang physical therapist yang bekerja di rumah sakit bernama Woo Bo Young. Ia menjalani kehidupan yang berat setelah ayahnya meninggal. Tanpa sengaja menemukan puisi yang akhirnya menemaninya menjalani hidup. Sebenarnya ia ingin kuliah sastra namun bersikap realistis dengan memilih jurusan physiotherapy. Meski demikian, Bo Young sangat berdedikasi dalam bekerja. Salah satunya dengan menempelkan puisi untuk menyemangati pasiennya. 

Setiap moment terasa bagaikan kuncup bunga. 
Saat aku menyesalinya
Apa yang terjadi dahulu mungkin adalah harta yang berharga
Seseorang di masa lalu, sosok masa-masa itu
mungkin adalah hartaku yang berharga
Aku seharusnya lebih dekat denganmu
lebih sering berbicara denganmu
Aku semestinya lebih mendengarkanmu
lebih dalam mencintaimu
Aku bertanya-tanya apakah aku pergi karena lelah mendengarkanmu?
Seolah aku telah kehilangan akal
Aku seharusnya lebih menghargai masa itu
Setiap momen bagaikan kuncup bunga
Kuncup yang mekar ketika aku bersemangat
Karakter Bo-Young sangat real. Wanita mandiri dan bertanggung jawab. Bukan orang yang suka melemparkan pekerjaan pada orang lain. Berkali-kali menerima kesialan juga ia tanggapi dengan kata-kata, "Jangan emosi dan buang-buang waktu. Fokus pada pekerjaan!" untuk menyemangati diri sendiri.
 Lee Yoo Bi sebagai Woo Bo Young saat sedang bekerja.

Woo Bo Young saat menyatakan cinta.

Judul internasionalnya memang A Poem a Day tapi judul lainnya adalah You Who Forget Poetry. Tampaknya memang dikhususkan bagi mereka yang menyukai puisi. Tapi tanpa pengesampingkan cerita ya. Setiap episode kamu akan dimanjakan dua atau tiga puisi pendek yang dibaca oleh Bo Young. Kebanyakan mewakili perasaannya. Saya lebih suka judul You Who Forget Poetry. Karena drama ini membuat saya kembali buka-buka buku puisi yang lama tidak disentuh. 

Sebenarnya saat menulis ini, drama ini baru tayang 2 episode. Tapi saya sudah sangat suka dan ingin menulisnya. Semoga bisa menjadi referensi ya.


Bye. 
Foto Shin Jae Ha yang pernah jadi adik Lee Jong Suk di While You Sleeping. 
Jadi salah satu pemeran drama ini juga. Tapi bukan pemeran utama. 

Puisi Woo Bo Young lainnya
Puisi Woo Bo Young (part 1)
Puisi Woo Bo Young (part 2)
Puisi Woo Bo Young (part 3)

Puisi Woo Bo Young Saat Patah Hati
Puisi Woo Bo Young Saat Patah Hati (part 2)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Mencari cerita drama korea yang nggak sekedar kisah cinta-cintaan semata? Ga mikirin tampang doang tapi lebih memilih cerita? Drama ini adalah jawaban yang tepat. Genre komedi yang tak biasa. Ceritanya juga matang. Terbaik sejauh ini.


Wise prison life dibintangi oleh Park Hae Soo. Ketenarannya (di Indonesia) memang tidak sebanding dengan Lee Min Ho atau Lee Jung Suk. Ketampanannya juga menurut saya agak ketinggalan jika dibandingkan dengan dua aktor itu. Tapi cukup lumayan. Dia sebenarnya bermain di drama "Legend of the Blue Sea" yang sayangnya saya tidak nonton drama punya Lee Min Ho ini.

Oke, jadi ceritanya, Park Hae Soo adalah atlet baseball terbaik Korea Selatan bernama Je Hyuk di drama ini. Ia tengah berada di puncak popularitas dan mendapatkan kontrak pemain internasional ketika tersandung kasus hukum. Saat mengejar pria yang memperkosa adiknya, Je Hyuk memukul kepala pria itu dengan batu hingga koma. Profesinya sebagai atlet, membuatnya dianggap memberikan perlawanan yang berlebihan.

Park Hae Soo dan Kristal f(x) jadi sepasang kekasih di wase prison life.

Ia harus beradaptasi dengan kehidupan di dalam penjara. Popularitasnya membawa keberuntungan sekaligus ancaman. Kebayangkan kalian dikelilingi penjahat yang sedang menjalani hukuman. Tapi seperti judulnya Wise Prison Life atau Prison Playbook, drama ini mengangkat bahwa penjahat juga manusia. Jadi jangan menilai seseorang hanya dari penampilan atau dosa masa lalu mereka saja.

Jangan juga mengira akan dibawa melow dengan kehidupan Je Hyuk. Atlet yang diagung-agungkan publik Korea ini ternyata sangat polos. Ia tak memiliki keahlian apapun selain baseball. Hal ini akan membuat terpingkal atau tepok jidat karena kekonyolannya. Teman satu sel Je Hyuk juga tak kalah konyol dengan kisah masa lalu mereka masing-masing.


 Teman satu sel Je Hyuk.

Han Yang. Karakter paling lucu. Dipenjara karena narkoba.

Je Hyuk termasuk beruntung dilindungi orang-orang baik. Salah satunya adalah sahabat masa kecilnya yang ternyata adalah seorang sipir penjara, Joon Ho yang diperankan Jung Kyung Ho. Ia dan Je Hyuk dulu sama-sama bermain base ball hingga mereka mengalami kecelakaan mobil. Keduanya alami cidera yang membuat mereka tak bisa bermain lagi. Joon Ho menyerah sementara Je Hyuk terus memegang impiannya. Selama di penjara Joon Ho mencoba melindungi sahabatnya.


Selain lucu, ada juga bagian menegangkan. Masalah terbesar Je Hyuk di penjara adalah orang-orang yang ingin mengambil keuntungan dari dia. Termasuk kepala sipir penjara yang memerasnya. Ada juga yang ingin mendapatkan popularitas dengan meminta Je Hyuk wawancara dengan wartawan. Begitu juga penjahat lain yang masih bisa berbuat jahat meskipun sedang di penjara untuk menebus kejahatannya. Dari memeras hingga preman yang ingin membalas dendam. Sepanjang drama 16 episode ini, kita akan dibuat khawatir terjadi sesuatu yang buruk kepada Je Hyuk.

Belum lagi perjuangan Je Hyuk untuk tetap bermain baseball. Jika tak berlatih maka ia akan jauh tertinggal. Belum lagi penyakit yang harus ia lawan selama di penjara. Je Hyuk yang pantang menyerah sampai harus mengumumkan pensiun dari baseball. Semua berusaha agar ia Je Hyuk mau kembali berlatih.

Buat penggemar drama korea, kalian harus nonton...
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
  Hugh Jackman as P.T. Barnum
Saat seseorang diremehkan, ia justru akan termotivasi agar lebih sukses di masa depan. Namun orang itu harus tahu kapan harus berhenti. Karena mengejar pengakuan orang lain tidak ada habisnya. Dan itu bisa berbalik menghancurkanmu. 

The Greatest Showman ternyata terinspirasi dari kisah nyata, Bapak Sirkus Dunia P.T. Barnum. Ia salah satu orang terpenting di Dunia Sirkus. Walaupun sebenarnya saya tidak begitu menyukai sirkus. Pertama dan terakhir nonton saat SD. Bukannya terhibur, justru nguap beberapa kali dan ingin segera pulang. Tentu sirkus yang saya tonton jauh berbeda dengan Sirkus "The Greatest Show" ini ya. Pendapat saya tentang sirkus saat ini sudah berubah. Dari bukan pertunjukan yang menyenangkan menjadi pertunjukan yang mengeksploitasi binatang. Intinya masih sama. Tidak suka.

Tapi jangan salah. Menurut saya film ini sangat menyenangkan dan menyentuh. Barnum yang diperankan aktor kesayangan Hugh Jackman, merupakan orang yang mampu melihat keahlian seseorang di balik kekurangannya. Ia mempersatukan orang-orang buangan dan membuat mereka memiliki panggung mereka sendiri. Wow!

Latar belakang Barnum sendiri adalah seorang anak tukang jahit selalu diremehkan. Bahkan oleh ayahnya sendiri. Ketika menjadi gelandangan setelah ayahnya meninggal, seseorang berwajah buruk rupa memberinya buah apel. Mungkin sejak itu, Barnum mampu melihat hal baik di balik orang yang terlahir tidak sempurna.

Saat dewasa, ia nekat menikahi gadis dari keluarga kaya yang sudah dicintainya sejak kecil dan memiliki dua anak. Pada wanita yang dicintainya, Barnum menjanjikan kebahagiaan. Sirkus dimulai saat ia kehilangan pekerjaan. Ia meminjam uang di Bank dan mempersatukan orang-orang yang terbuang karena kondisi fisik mereka. Barnum memanfaatkan kekurangan mereka untuk menarik penonton. Dan berhasil.

 Salah satu anggota sirkus. Pria yang tingginya tak lebih dari 1 meter.

Wanita yang memiliki jenggot. Dan masih banyak lagi.

Barnum tak lepas dari kontroversi karena show-nya. Masyarakat Amerika jaman itu menganggap atraksi "orang-orang aneh" ini adalah hal yang memalukan. Protes makin menjadi karena kritikus menyebut Barnum "Sirkus Primitif dari Penipu". Jahatnya media sudah ada di era itu, yang akhirnya memancing orang kelas bawah bertindak anarkis. Nasib para anggota sirkus masih saja dihina seperti sebelumnya. Tetapi setidaknya Barnum memberi mereka keluarga dan panggung. Barnum sendiri akhirnya menjadi orang kaya yang bisa membeli rumah mewah dekat orang tua istrinya. Rumah itu sebagai cinta dan pembuktian.

Tapi pembuktian yang menurutnya istrinya lebih dari cukup itu belum membuat Barnum puas. Ia haus pengakuan. Dari orang-orang elit yang tak memandang Barnum serta orang tua istrinya. Hingga akhirnya semua yang telah ia bangun hancur secara perlahan. Barnum tidak tahu bagaimana berhenti. Ia juga jumawa karena apa yang ia bangun selalu berhasil.

Kisah lain yang tak kalah manis adalah percintaan Philips Carlyle dengan Anne Wheeler. Philips sebenarnya datang dari kaum elit. Barnum merekrutnya agar bisa menembus pergaulan kalangan atas. Ia jatuh cinta dengan Anne Wheeler. Percintaan orang kulit putih dengan kulit hitam dianggap aib di masa itu. Philips harus melepas semua yang dia miliki jika ingin bersama wanita yang dicintainya.

Film ini sangat mudah dinikmati. Dari awal sampai akhir kita akan dimanjakan dengan lagu bagus dengan suara merdu. Akting para pemain tidak perlu dilakukan lagi. Film ini perdana tayang Desember 2017 lalu.

Kalian udah nonton belum? :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

Hai. Namaku Nanda. Anaknya suka cerita lewat tulisan dan suka belajar tentang kehidupan. Terima kasih sudah mampir, ya!

Follow My Instagram

  • Instagram

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2019 (4)
    • ▼  September (1)
      • Review Drama Arthdal Chronicles
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
  • ►  2018 (16)
    • ►  December (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (2)
    • ►  March (7)
    • ►  February (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (2)
    • ►  November (2)
  • ►  2013 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2012 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  February (3)
  • ►  2011 (18)
    • ►  November (5)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2010 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  March (11)
    • ►  January (1)
  • ►  2009 (3)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2008 (1)
    • ►  December (1)

Subscribe To

Posts
Atom
Posts
All Comments
Atom
All Comments
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose