• Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download
facebook twitter instagram linkedin

nanda pangesti

Nama besar Lee Kwang So sebagai Prince of Asia tidak bisa membuat saya langsung melirik drama yang dibintanginya. Bahkan sebelumnya dia juga menjadi pemeran utama di drama "The Sound of Your Heart" juga terlewat dari pantauan. (Mungkin udah ada yang liat drama "The Sound of Your Heart? Bagus ga?). Untuk program reality show, Kwang So memang masternya. Tapi untuk drama atau film, nama dia belum bisa menjadi jaminan. Apalagi sedang banyak drama yang bagus tayang musim ini.  


Setelah sempat ragu, akhirnya tergerak juga untuk menonton. Di luar ekpektasi, ternyata cerita drama ini sangat bagus dan realistis. Ratingnya pun cukup lumayan mengingat drama ini tayang di tvN, tv kabel Korea. Kepolisian di hampir seluruh negara selalu dipandang sebelah mata. Tapi Kwang So dan kawan-kawan membuka mata dengan memperlihatkan kehidupan mereka yang serba sulit. Caranya menurutku agak berbeda dengan drama yang mengangkat cerita serupa. 

Drama "Live" berhasil menggambarkan kehidupan yang sangat nyata para anggota kepolisian. Mereka juga manusia seperti kita. Bukan drama yang heroik seorang polisi yang memiliki tujuh nyawa yang gigih mengejar penjahat. Justru inilah yang membuat Saya akhirnya menghabiskan drama ini sampai selesai. 



Polisi di drama ini mengkhususkan pada kehidupan polisi patroli Korea. Mereka adalah orang-orang yang bersenjata tapi tak bisa menggunakan senjatanya karena terikat peraturan penggunaan senjata. Harus ada alasan kuat kenapa senjata tersebut harus digunakan. Jika dianggap menggunakan senjata tidak semestinya maka mereka akan diselidiki atau bisa terancam dipecat. Padahal yang mereka hadapi setiap hari adalah penjahat yang bisa saja menembak mereka terlebih dahulu. Dan jika mereka mati karena terlalu berhati-hati atau ragu menggunakan senjata, maka tak perlu lagi diselidiki.



Ada satu scene yang membuat kasian kepada para polisi ini. Suatu ketika seorang pria yang mengidap paranoid menembak polisi patroli dengan senjata rakitan. Di depan para polisi lainnya. Tentu saja polisi langsung mengeluarkan senjata dan menembak pria bersenjata meskipun rakitan tersebut. Ujungnya para polisi tersebut harus diselidiki untuk menentukan apakah perlu menggunakan senjata api. 

Lee Kwang So dan Jung Yu Mi harus memerankan polisi baru yang tak menyangka bahwa kehidupan polisi begitu berat. Ibu Han Jung Oh (karakter yang diperankan Jung Yu Mi) bahkan tak menyetujui anaknya menjadi polisi karena tak ingin anaknya dalam bahaya. Apalagi gaji polisi menurutnya tak sebanding dengan nyawa anaknya yang selalu di ujung tanduk. 


Jangan berharap Kwang So akan memerankan karakter polisi yang gagah berani, charming dan digilai wanita. Jung Oh saja menolak cintanya dan lebih memilih menerima cinta seniornya Choi Myung Ho yang tampan. Karakter Yeom Sang So yang dibawakannya adalah pria biasa yang banyak melakukan kesalahan karena terlalu bersemangat. Tapi terlepas dari kesalahan-kesalahan bodohnya sebagai anggota polisi baru, ia adalah polisi yang memiliki dedikasi tinggi untuk melindungi masyarakat dan melawan penjahat.

Sayang, episode satu sangat membosankan. Pasti banyak yang enggan meneruskan episode berikutnya karena sudah terlanjur menilai drama ini tak menarik. Saran saya, coba bertahan. Karena episode dua mulai dapat dinikmati tanpa rasa bosan. 

Terima kasih sudah membaca ^_^
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Terkadang ketika hidup terasa sulit,
yang kita butuhkan hanya pulang. 
Tapi tentu untuk pulang kita harus memiliki rumah. Tak selalu bangunan yang memiliki atap bisa disebut rumah. Seseorang juga bisa menjadi rumah tanpa kita sadari. Hal ini yang terlintas usai menonton kehidupan Hye Won di film Little Forest. Ia tak menyadari bahwa rumah yang sebenarnya adalah ibunya, wanita yang ia benci sekaligus cintai.


Hye Won mengalami mengalami kehidupan yang sulit ketika tinggal di kota besar seperti Seoul. Kerja sekeras apapun, belajar serajin apapun, hasilnya tetap saja nihil. Makanan di Seoul tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan makanan di kampungnya. Lapar. Itulah alasan awal Hye won pulang ke kampungnya.


Dari tampilan visualnya, rumah Hye Won terletak di kaki bukit atau gunung. Seperti rumah-rumah di kaki Gunung Merapi atau Batu Malang sebelum dikomesilkan. Benar-benar sebuah desa yang harus menempuh jarak 1 jam bersepeda untuk membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari. Kecuali makanan yang tinggal petik di kebun atau di hutan kecil dekat rumahnya.

Hye Won tidak berniat untuk menetap di rumah itu. Ia mengira kehidupan di kampung tak cocok untuknya. Setelah perutnya kenyang, ia akan kembali ke Seoul. Apalagi rumah itu selalu mengingatkan tentang ibunya. Lima tahun lalu, Ia meninggalkan Hye Won yang baru akan lulus SMA. Tanpa pamit. Hanya surat yang saat itu tak ia mengerti maksudnya. Karena terluka, Hye Won membenci ibunya.

Jae Ha, teman masa kecil Hye Won (yang diperankan oleh Ryu Jun Yeol) membantu Hye Won menemukan jawaban atas pelariannya. Setidaknya, pria yang juga akhirnya memilih tinggal di desanya daripada Seoul ini, memberikan Hye Won prespektif baru. Jae Ha memutuskan kembali dan bertani karena sudah muak dengan kehidupan kota. Ia rela berpisah dengan pacarnya karena pilihannya tersebut. Karenanya, Hye Won akhirnya berani putus dengan pacarnya yang ada di Seoul.


Ini kedua kalinya menonton film Ryu Jun Yeol. Dan dari dua film tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa ia pintar memilih peran. Meski bukan pemeran utama tapi ia selalu mendapatkan peran yang membekas di hati. Apa karena saya seorang penggemar yang setia? Seperti sosok Jae Ha ini. Dia pria yang sangat prinsipil, berani tapi juga lembut. Baik Jae Ha maupun Kim Jung Hwan (karakter Ryu Jun Yeol di drama Reply 1988) mengingatkan pada masa kecil.

Hye Won tetap berniat meninggalkan desanya. Hanya saja ia terus mengulur waktu kepergiannya. Dari sosok Hye won dan juga cara masyarakat desa hidup kita dapat belajar. Bahwa mungkin hanya 10 persen dari seluruh kebutuhan sehari-hari yang perlu untuk dibeli. Karena sisanya sudah tersedia di alam. Seperti makanan. Hye Won mencoba memasak masakan yang pernah dibuat ibunya. Tanpa ia sadari jika dirinya sangat menikmati kehidupannya saat ini.

Film ini sebenarnya memamerkan banyak makanan daerah. Catat ya makanan daerah dan bukan lagi makanan tradisional. Sebagai penggemar drama, film dan kebudayaan korea, banyak makanan yang belum pernah ada di drama maupun film. Mungkin makanan yang hanya dimakan oleh masyarakat pedesaan. Salah satunya adalah bunga dibawah ini yang oleh Hye Won digoreng dengan tepung lalu dimakan.


Setiap orang memiliki luka masing-masing. Tapi Hye Won akhirnya terobati setelah ia kembali ke desanya. Padahal Ia berniat melupakan tempat itu. Ramuan waktu, alam dan makanan adalah kunci. Belajar dari Hye Won, mungkinkah kita juga harus pulang agar mampu menyembuhkan luka kita masing-masing? 

Bagi kalian yang mencari referensi film korea, mungkin akan tertarik dengan film ini. Terima kasih sudah membaca.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Something in the Rain atau Pretty Noona Who Buys Me Food menceritakan tentang kisah cinta beda usia dimana pria lebih muda dibandingkan wanitanya. Secara harfiah tidak ada yang salah jika wanita mencintai pria lebih muda atau pria mencinta wanita yang lebih tua. Tapi ada stigma negatif yang menempel pada kisah seperti ini. 


Yoon Jin Ah bisa dibilang tak beruntung soal asmara. Di masa lalu, Ia sangat popular di kalangan pria karena kecantikannya. Tapi sekarang usianya sudah memasuki 35 tahun. Pria-pria yang dulu mengejarnya mungkin sudah berkeluarga. Kekasihnya Lee Gyu Min (diperankan Oh Ryong) meminta putus dengan sangat menyakitkan. Di saat yang sama Ibunya justru terus meminta ia segera menikah. Tipikal Ibu yang kolot yang menginginkan menantu kaya dan berpendidikan semakin membuat Jin Ah merana. 


Seo Joon Hee kembali ke kehidupan Jin Ah di saat yang tepat. Ia baru saja pulang dari luar negeri dan bekerja di gedung yang sama dengan Jin Ah. Ia sudah menganggap Joon Hee seperti adik karena memang ia adalah adik dari sahabat karibnya. Tapi Joon Hee berubah menjadi pria dewasa sepulangnya dari luar negeri. Ia mampu mengisi kekosongan di hati Jin Ah. 

Jin Ah dan Joon Hee sempat serba salah menghadapi perasaan mereka masing-masing. Mengingat usianya, Jin Ah tentu saja malu dengan perasaannya kepada Joon He. Sementara Joon Hee terlalu takut mendapatkan penolakan. Jin Ah yang memiliki karakter "dipikir ntar" akhirnya menggenggam tangan Joon Hee terlebih dahulu.


Setelah berpacaran pun, keduanya harus merahasiakan hubungan mereka sementara waktu. Tak ingin membuat orang-orang syok dan mencari waktu yang tepat. Tak ada jaminan Jin Ah akan mendapatkan restu orang tuanya. Terutama Ibu Jin Ah yang memandang rendah Joon Hee karena latar belakang keluarganya. Pekerjaannya sebagai designer game juga tak menolong padangan emak-emak satu ini. Belum tentu juga Seo Kyung Sun, kakak Joon Hee dan sahabat Jin Ah memberikan restunya, meskipun ia sangat menyayangi sahabatnya. Tapi berlama-lama menyembunyikan hubungan mereka kepada Kyung Sun juga bisa membuat dia merasa dikhianati. 


Bisa jadi judul "Pretty Noona Who Buys Me Food" memang terinspirasi dari kisah Song Jong Ki dan Song Hye Kyo. Kalimat itu diambil dari kata-kata Song Hye Kyo ketika ditanya tentang kedekatannya dengan Song Jong Ki dan Yoo Ah In. "Bagi Song Jong Ki dan Yoo Ah In, Aku adalah Noona baik hati yang membelikan mereka makanan". Hmm... mungkin juga Sutradara sekedar memanfaatkan popularitas SongSong Couple untuk menarik penonton. 

Tapi tampaknya gimmick SongSong Couple tersebut hanya terasa di awal saja. Selanjutnya, penggemar drama korea tertarik dengan ketampanan Jung Hae In, senyum Jung Hae In dan tentu saja chemistry Jung Hae In dengan Son Ye Jin. Ini pertama kalinya bagi Jung Hae In menjadi first lead (tokoh utama) di dalam drama. Sebelumnya di While You Were Sleeping dan Prison Playbook, ia hanya menjadi second lead dan peran pendukung saja. Tapi sudah dapat diprediksi jika ia akan segera di puncak popularitas. 


Tonton kemesraan mereka
Kiss Scene Jung Hae In dan Son Ye Jin

Dan wajah Jung Hae In dari tahun ke tahun
Transformasi Jung Hae In 2013-2018

Info terupdate
Jung Hae In - Son Ye Jin Real Couple?



Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Lee Ji An (IU) yang dingin di drama My Ahjussi.

My Ahjussi atau My Mister menjadi drama paling kontroversial saat ini. Drama ini langsung mendapatkan protes bahkan ketika masih dalam tahap pemilihan pemain karena karakter utama, Lee Ji An dan Park Hoon Dong yang memiliki perbedaan usia sekitar 20 tahun. Dalam cerita, Lee Ji An masih berusia 20 tahun dan Park Hoon Dong 40 tahun. Publik Korea sangat sensitif dengan kisah semacam ini. 

Kemungkinan yang ditakutkan adalah akan banyak gadis usia muda yang biasanya mudah terbuai oleh cerita drama, mengharapkan pria yang lebih tua untuk menyelesaikan masalah kehidupan yang dihadapi. Karena biasanya banyak drama korea yang hanya menjual fantasi dan melodrama semata. Untungnya My Ahjussi merupakan drama yang berbeda. Drama ini sangat realistis dan matang.

Lee Ji An (IU) dan Park Hoon Dong (Lee Sun Kyun)

Sebenarnya setelah tayang, drama IU ini kembali mendapatkan protes karena adegan kekerasan antara Lee Ji An dan Lee Kwang Il (yang diperankan Jang Ki Yong). Ada yang menganggap jika adegan itu seperti "meromantiskan kekerasan dalam pacaran". Padahal hubungan antara keduanya belum diungkap. Dan adegan kekerasan ini memang dibutuhkan dalam cerita. Kalau dihapus akan mengubah esensi cerita. Seharusnya juga tidak menjadi masalah karena drama ini tayang di TVN, saluran TV kabel Korea. Apalagi jam tayangnya pukul 21.30 jadi jauh dari jangkauan anak-anak. 

Akting IU menuai pujian.

Drama ini memang sangat realistis. Terutama soal karakter-karakter di dalamnya. Pertama Lee Ji An. Mungkin akan sangat biasa jika ditulis bahwa ia gadis miskin yang bekerja sebagai karyawan kontrak di kantor besar. Ia juga memiliki catatan kriminal karena membunuh rentenir yang menganiaya keluarganya. Membaca kemalangan Lee Ji An pasti bakal ada yang komentar, "ah klasik". Ya, saya juga mengeluarkan komentar seperti itu ketika belum menonton. 

Lee Ji An memakai kacamata untuk menutupi lebam di mata.

Karakter Lee Ji An dibawakan dengan baik oleh IU. Ia menunjukan peningkatan kualitas akting. Melihat Lee Ji An, kita akan melupakan IU yang cantik, ceria, multi-talented dan unyu-unyu. Karena dengan memilih karakter ini, Saya yakin IU berniat naik kelas dalam hal akting. IU berubah menjadi orang yang benar-benar dingin dan tidak tersentuh. 

Kehidupan Park Hoon Dong yang sempurna tapi tidak bahagia.

Jangan dikira kehadiran Park Hoon Dong dalam kehidupan Lee Ji An akan menjadi mata air di tengah padang gurun. Park Hoon Dong memiliki ketidakbahagiaannya sendiri meski posisinya di kantor adalah seorang manajer. Ia harus rela dipimpin oleh juniornya jaman kuliah dulu yang selalu ingin menjatuhkannya. Park Hoon Dong terkadang harus berada di posisi dimana ia merasa terhina. Kehidupan pernikahannya juga tak bahagia. 

Selain Park Hoon Dong dan Lee Ji An, ada dua karakter lagi yang menjadi sentral cerita. Yakni dua saudara Park Hoon Dong, Park Sang Hoon dan Park Gi Hoon. Mereka menilai kehidupan Park Hoon Dong sangat sempurna sementara mereka adalah wujud dari kehidupan yang gagal. Baik karir maupun keluarga. Sebagai saudara, Park Hoon Dong hanya bisa meratapi nasib Sang Hoon dan Gi Hoon sambil diam-diam meratapi nasibnya sendiri. Kalau di dunia nyata kalian menemukan banyak kegagalan, begitu pula di drama ini. 

Adik Park Hoon Dong. Sutradara gagal.

Kakak Park Hoon Dong. Pengusaha bangkrut dan memiliki banyak utang.

Karena itulah drama My Ahjussi menurut saya adalah drama paling realistis. Memiliki karir yang baik belum tentu hidupmu menjadi mudah. Bisa jadi tiap hari adalah neraka dan tiap pagi harus berangkat kerja bagai menuju tempat eksekusi. Begitu juga ketika kita berada di usia seperti Lee Ji An. Banyak pertarungan batin antara harapan dan realita. Pernah dengar kan kalimat "Hidup tak seindah drama korea". Nah nonton my ahjussi mungkin beberapa di antara kalian akan mensyukuri karena hidup nggak sepahit hidup Lee Ji An. 

Lee Ji An memata-matai kehidupan Park Hoon Dong.

Jika ada hal yang tidak realistis dalam drama ini, adalah sisi lain Lee Ji An sebagai kriminal kelas kakap. Seakan tak memiliki teman tapi ada dua orang yang membantunya. Pegawai kebersihan di kantor dan pemuda yang tampak seperti gamer tapi anehnya dia juga paham hacking. Entah apa hubungan Lee Ji An dengan pemuda mau melakukan semua perintah IU ini. Atau mungkin akan diungkap di episode pertengahan atau akhir. Lee Ji An dengan mudah memeras CEO perusahaan agar memberinya uang. Handphone Park Hoon Dong juga dipasang semacam penyadap sehingga ia mengetahui semua percakapan Park Hoon Dong. 

Terlepas dari hal yang tidak realistis jika dibandingkan dengan kerealistisan dalam drama ini, My Ahjussi sangat Saya rekomendasikan untuk ditonton. Cerita yang matang dan tidak biasa memberikan warna tersendiri di tengah drama-drama yang masih airing.

Selamat menonton sobat koreaku 😘



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

Hai. Namaku Nanda. Anaknya suka cerita lewat tulisan dan suka belajar tentang kehidupan. Terima kasih sudah mampir, ya!

Follow My Instagram

  • Instagram

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2019 (4)
    • ▼  September (1)
      • Review Drama Arthdal Chronicles
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
  • ►  2018 (16)
    • ►  December (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (2)
    • ►  March (7)
    • ►  February (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (2)
    • ►  November (2)
  • ►  2013 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2012 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  February (3)
  • ►  2011 (18)
    • ►  November (5)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2010 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  March (11)
    • ►  January (1)
  • ►  2009 (3)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2008 (1)
    • ►  December (1)

Subscribe To

Posts
Atom
Posts
All Comments
Atom
All Comments
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose