Aksi mereka di lapangan adalah bukan film. Jika saja mereka adalah tim sepak bola yang dibangun untuk kebutuhan cerita pastilah mereka memenangkan piala AFF
. Atau mereka kalah lalu tampil memukau saat penyisihan piala dunia. Masa lalunya adalah flash back kejayaan mereka saat Timnas sepat disegani. Dengan kualitas gambar sedikit sephia. Kisruh PSSI adalah bumbu cerita politik semata. Kemudian cerita selesai dengan gemilang. Membangkitkan lagi harapan-harapan bangsa.
Pada kenyataannya, Timnas kalah “melulu”. Mungkin ini merupakan scenario besar Tuhan. Lebih panjang dari film bahkan cerita seri (seperti sinetron misalnya). Kita hanya bagian kecil saja. Padahal siapa yang mau hanya menjadi “extras” dalam cerita. Kita tidak punya kesabaran untuk itu. Tapi bagaimana pun kita harus menunggu.
Bahwa cerita kehidupan ini tidak akan usai (kecuali kiamat – tapi saya tidak bicara itu). Bahkan jika seseorang mati, hanya cerita dia yang usai. Ini bukan lagi bagaimana mengakhiri cerita. Ini bagaimana kamu dan atau aku saling menginspirasi bahwa diri kita adalah lebih dari yang kita pikirkan. Bahwa Timnas akan lebih besar dari apa yang bisa kita bayangkan. Meskipun kita tidak bermain di lapangan,tapi kita tetap menjadi anggota Timnas lebih dari lambang garuda di dada kita.
Salam satu Negara, satu Timnas
Nanda
Terinspirasi film Invictus tentang Nelson Mandela, orang yang percaya olahraga dapat menyatukan suatu bangsa.
Aku bilang baik-baik saja tapi sebenarnya aku tidak dalam keadaan yang baik. Tapi saya mencoba menenangkan diri sendiri. All is well! Disaat semua kawan mulai berguguran dan menjadi istri/suami, atau hanya menjalin hubungan asmara yang lebih serius. Bagaikan titik hujan lebat yang menampar-nampar pipi kita. Tak ada luka tapi sakit dan membuat kita sangat tidak tahan lalu berteduh. Namun saya tidak ingin berteduh. Begitu juga seharusnya saya bersikap terhadap peristiwa-peristiwa romantic yang dilalui pasangan di sekitar. Saya tidak ingin turut hanyut.
Kesendirian berteman dengan kesepian. Orang yang memiliki mimpi itu orang yang kesepian. Apalagi memutuskan untuk selalu mengejarnya, itu sama saja berlari. Dan saat kita berlari adakah yang akan menemani kita? Saat ada yang menemani apakah kita masih focus pada apa yang kita kejar? Dan lagi berlari itu melelahkan, menguras tenaga. Saya juga rapuh,saya juga perempuan. Hanya saja untuk menjadi tidak kesepian banyak yang harus saya tinggalkan. Hanya saja memiliki tempat bersandar mengakibatkan komitmen yang belum ingin saya jalani.
Baiklah, katakan saja saya kesepian. Terserah! Tapi saya pemimpi…
XOXO NANDA!
Kita pernah berteman, berkencan,
Hingga kita memilih kembali berteman
Kita adalah teman yang tak mau berbagi kesedihan
Dengan hidup yang penuh kepedihan
Bagaimana kita bisa bertahan?
Apa kau baik-baik saja?
Mungkin terlalu lama kita menjalaninya
Keengganan untuk saling menyapa
Namun kita ada dalam setiap doa
Air mata selalu membuat ku malu
Tapi kau datang di setiap tempat ku menutup pilu
Karena kau mencariku bukan air mataku
Dan kau berhenti datang untukku
Apa kau juga terluka saat dunia
tak seindah yang kita duga
Dimana pun kamu sekarang
Jika kau merasa tak sanggup lagi
Ingatlah satu hal
Aku menunggumu di titik tertentu
Saat itu kau sudah melewati hal tersulit
Dan kita baik-baik saja
Kapan pun kau seperti layang-layang
Dengan kaleng senar yang ditinggalkan karena bosan
Yakinlah akan ada angin
Membawamu pada titik tertentu
Untuk kita bertemu
P.S. Damn, I miss you...
Nanda
*gambar diatas saya dapat dari googling dengan cara percaya pada "jatuh cinta pada pandangan pertama"
Harusnya saya yang jadi tuan rumah ternyata tamu sudah punya kuliner map jadi tinggal anter aja. Di lantai atas pasar Bringharjo ada sate "yummy". Sebagai orang Jogja gak kepikiran makan disana.
itu bukan gosong emang request agak kering, ini sate tanpa tusuknya :)
itu bukan gosong emang request agak kering, ini sate tanpa tusuknya :)



