• Home
  • Travel
  • Life Style
    • Category
    • Category
    • Category
  • About
  • Contact
  • Download
facebook twitter instagram linkedin

nanda pangesti

Chae Do Jin (diperankan Nam Da Reum) menggendong adiknya melewati jalan setapak yang dipenuhi pohon sakura dengan bunga yang sedang mekar. Sebuah mobil melintas. Di dalamnya Han Jae Yi (diperankan Ryoo Han Bi) dan keluarganya serta seekor anjing. Saat itulah cerita tentang cinta pertama mereka berawal. 

Jae Yi dan Chae Do Jin.
Kisah mereka bukan lagi menjadi kisah yang manis ala anak SMA. Karena Ayah Do Jin, Yoon Hae Jae yang ternyata seorang psikopat. Ia membunuh banyak orang termasuk orang tua Jae Yi. Sejak saat itu, keduanya terpisah. Saling mengganti nama untuk melupakan masa lalu sekaligus lari dari kejaran media yang terus mengulik cerita mereka. 

Jae Yi dewasa.
Kehidupan mereka menjadi berat setelah peristiwa itu. Saat sudah dewasa, Do Jin dewasa (diperankan Jang Ki Young) menjadi seorang detektif dan Jae Yi dewasa (diperankan Jin Ki Jo) meniti karir menjadi artis seperti ibunya. Dari balik penjara, Yoon Hae Jae tetap membuat kehidupan keduanya sengsara. Ia mengeluarkan buku biografi tentang kisah hidupnya dan membuat Do Jin dan Jae Yi kembali dikejar-kejar media untuk wawancara. 

Terlepas dari intervensi media, Do Jin dan Jae Yi saja sudah kesulitan menghadapi perasaan mereka. Bagaimana mencintai pria yang Ayahnya telah menghancurkan keluargamu dengan tragis? Bagaimana pula, Do Jin harus memandang Jae Yi dengan kepala tegak setelah perbuatan Ayahnya? 

Chae Do Jin dan Jae Yi.
Come and Hug Me memang tampil sangat menjanjikan di episode-episode awal. Ceritanya juga kuat. Sutradara dengan baik membangun perasaan Do Jin dan Jae Yi. Sayang drama ini memiliki tempo yang sangat lambat. Beberapa adegan dibuat terlalu panjang. Beberapa juga tidak perlu untuk ditampilkan. 

Saya tidak keberatan dengan drama-drama dengan tempo yang lambat. Beberapa drama dengan tempo seperti ini Saya lahap habis tanpa mengeluh seperti Uncontrollaby Fond dan Mother. Biasanya drama dengan tempo ini justru memiliki cerita yang serius, riset yang mendalam, kisah mengharukan dan mengaduk-aduk perasaan. 

Mungkin "Come and Hug Me" bukan tipe drama yang Saya sukai. Merasa membutuhkan kesabaran ekstra untuk menghabiskan setiap episodenya. Padahal akting Jang Ki Young dan Nam Da Reum serta Jin Ki Jo dan Ryoo Ha Bin sangat keren. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Jangan bandingkan drama “Investigation Couple” dengan drama-drama investigasi lain yang sempat booming seperti “Voice”, “Signal” atau “Tunnel”. Drama ini memiliki keseruan yang berbeda.

“Voice” membutuhkan karakter seperti Kang Kwon Jo (diperankan Lee Ha Na) yang memiliki kemampuan mendengar suara-suara yang tak didengar telinga biasa. Sedangkan “Signal” memberikan bumbu fantasi berupa walkie-talkie yang bisa menghubungkan detektif Park Hae Young (diperankan Lee Je Hoon) di masa depan dengan detektif Lee Jae Han (diperankan Cho Jin Woong) di masa lampau. Begitu pula dengan “Tunnel” yang menggunakan bumbu fantasi berupa terowongan yang mengantarkan detektif Park Kwang Ho.


Maka dibandingkan dengan drama-drama tsb, “Investagation Couple” terasa polos. Tapi justru ini menariknya. Drama ini menceritakan tentang seorang jaksa baru (roockie) bernama Eun Sol (Jung Yoo Mi) dan seorang dokter forensik Baek Beom (Jung Jae Young). Eun Sol berasal dari keluarga kaya yang tak bangga dengan pilihan hidup Eun Sol. Ia bertekad menjadi jaksa yang baik menangkap penjahat demi korban. Sementara Baek Beom telah 10 tahun menjadi dokter forensik setelah kecelakaan yang dialaminya.


Eun Sol adalah manusia biasa, tak memiliki kemampuan spesial apapun. Tapi ia selalu berusaha keras mengungkap teka-teki kasus yang ditanganinya. Sementara Baek Beom yang memiliki perangai buruk menjadi sosok yang sulit dipahami orang-orang di sekitarnya. Jangankan para jaksa, rekan kerjanya saja membencinya. Namun Eun Sol langsung mempercayai Baek Beom walaupun ia sering dibuat kesal. Eun Sol fokus menemukan penjahat sedangkan Baek Beom tak mau berbicara selain fakta yang ditemukan dari hasil autopsi.

Tiap episode dalam drama ini terasa seru. Kita dibuat menebak-nebak siapa penjahatnya. Tapi tebakan tsb sering kali salah. Eun Sol juga berkali-kali hampir terjebak. Baek Beom terkadang membantunya, terkadang juga memberikan petunjuk secara tersirat.


Jangan bayangkan duo jaksa dan dokter forensik ini romantis ala drama korea romantis pada umumnya. Judul lain drama ini “Partner for Justice” yang rasanya memang lebih pas untuk mewakili cerita. Partner bukan Couple. Rekan bukan Pasangan.

Sebenarnya ada yang sedikit mengganggu dalam drama ini. Yakni ketika Eun Sol berkali-kali meminta Baek Beom bersimpati dengan korban. Padahal jelas-jelas Baek Beom adalah orang yang logis dan hanya mau berbicara dengan fakta. Terus Baek Beom juga tipikal orang yang kurang ramah. Padahal kalau mau komunikasi, ia dan Eun Sol adalah partner yang cocok.







Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Drama Korea dan serial televisi buatan Amerika memiliki penikmat masing-masing. Menurut Saya, ada banyak yang menyukai drama Korea tapi tak akan melirik serial Amerika. Begitu pun sebaliknya. Sebenarnya, dulu ketika pertama kali mengetahui jika Korea akan mengadaptasi beberapa judul serial Amerika, Saya menaruh harapan yang tinggi. Sayangnya harapan itu berakhir dengan kecewa. Semua judul drama adaptasi tidak ada yang berkesan. Saya lalu menyimpulkan bahwa drama Korea yang mengadaptasi serial  Amerika bukan tipe yang akan saya sukai. Meskipun saya juga menikmati beberapa serial Amerika. 

Jang Dong Gun dan Park Hyung Sik di drama Suits.
Tapi pengecualian untuk Park Hyung Sik. Sungguh sayang melewatkan dia begitu saja hanya karena saya tidak menyukai drama Korea adaptasi serial Amerika sebelumnya. Park Hyung Sik memerankan karakter Go Yeon-Woo, pemuda yatim-piatu yang dibesarkan oleh neneknya. Yoen-Woo terlahir jenius hingga ia bisa menjadi seorang trainee di kantor pengacara ternama setelah direkrut secara kebetulan oleh Choi Kang Seok. 


Sebagai anak muda yang hanya sekolah hukum dengan nama orang lain (dan dibayar), ia hanya tahu bagaimana menegakan keadilan dengan ilmunya. Tapi realitanya berbeda. Ia dihadapkan dengan trik dan tipu daya baik rekannya sesama pengacara atau justru kliennya sendiri. Beberapa kali ia terancam kehilangan pekerjaan. Satu-satunya orang yang bisa ia percaya adalah Choi Kang Seok, mentornya. Namun Choi Kang Seok bukan tipe orang yang peduli dan mengoyomi Yoen Woo. Sering kali, ia harus menghadapi persoalan sendiri.

Menariknya adalah perdebatan antara Choi Kang Seok dengan Go Yoen Woo tentang keadilan. Yoen Woo memiliki pemahaman yang sama dengan kita tentang keadilan. Bahwa orang yang bersalah harus dihukum dan yang tidak harus dibebaskan. Tapi Choi Kang Seok lebih kompleks memahami arti tsb karena jam terbangnya sebagai mantan Jaksa dan pengacara. Disisi lain, ia juga terkadang melupakan arti dari keadilan itu sendiri.
Keadilan adalah memberi kembali semua orang apa yang pantas ia dapatkan. -Simonides, Filsuf Yunani.
Menonton episode satu dan dua, saya melihat ada potensi drama ini akan seru. Sementara di episode ketiga hingga enam, Saya justru kehilangan keseruan dari cerita. Penulis seolah terburu-buru menceritakan kasus per kasus. Mungkin karena pengaruh  serial Amerika yang memiliki alur cepat. Sutradara pun tak mampu memberikan ruh dalam beberapa adegan. Beberapa dialog kurang memiliki makna atau arti baik sisi cerita maupun karakter. 

Park Hyung Sik pun kehilangan pesona. Karena memang di drama serius sementara dia memerankan karakter orang miskin sehingga mungkin dianggap tidak tepat jika terlalu mengeksploitasi ketampanannya. Namun terlepas dari fisik, Park Hyung Sik juga tidak bisa membuat saya percaya jika seorang jenius. Beberapa adegan memperlihatkan jika ia dibodohi atau sekedar kebingungan. Tapi sepertinya memang bukan kesalahan Park Hyung Sik. Melainkan naskah yang menuntut dia demikian.

Keseruan yang Saya tunggu-tunggu baru terasa di episode ketujuh. Bukan hal yang baik bagi sebuah drama jika baru menarik perhatian penonton harus menghabiskan enam episode sia-sia. Takutnya keburu kabur. Mungkin ini drama adaptasi pertama yang akan Saya lahap habis.

Go Sung Hee dan Park Hyung Sik.

Kabar gembiranya drama ini tetap memberikan sentuhan romantis melalui Park Hyung Sik dan Go Sung Hee. Meskipun romantisme yang sangat tipis jika dibandingkan drama korea yang biasa mengumbar adegan-adegan sejoli.

Berikut beberapa judul drama adaptasi yang gagal membuat saya terus menonton sampai akhir. 

Criminal Minds. Cuma nonton dua episode.

Mistress. Bertahan satu episode saja.

Entourage. Mencoba bertahan lebih dari tiga episode.




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Nama besar Lee Kwang So sebagai Prince of Asia tidak bisa membuat saya langsung melirik drama yang dibintanginya. Bahkan sebelumnya dia juga menjadi pemeran utama di drama "The Sound of Your Heart" juga terlewat dari pantauan. (Mungkin udah ada yang liat drama "The Sound of Your Heart? Bagus ga?). Untuk program reality show, Kwang So memang masternya. Tapi untuk drama atau film, nama dia belum bisa menjadi jaminan. Apalagi sedang banyak drama yang bagus tayang musim ini.  


Setelah sempat ragu, akhirnya tergerak juga untuk menonton. Di luar ekpektasi, ternyata cerita drama ini sangat bagus dan realistis. Ratingnya pun cukup lumayan mengingat drama ini tayang di tvN, tv kabel Korea. Kepolisian di hampir seluruh negara selalu dipandang sebelah mata. Tapi Kwang So dan kawan-kawan membuka mata dengan memperlihatkan kehidupan mereka yang serba sulit. Caranya menurutku agak berbeda dengan drama yang mengangkat cerita serupa. 

Drama "Live" berhasil menggambarkan kehidupan yang sangat nyata para anggota kepolisian. Mereka juga manusia seperti kita. Bukan drama yang heroik seorang polisi yang memiliki tujuh nyawa yang gigih mengejar penjahat. Justru inilah yang membuat Saya akhirnya menghabiskan drama ini sampai selesai. 



Polisi di drama ini mengkhususkan pada kehidupan polisi patroli Korea. Mereka adalah orang-orang yang bersenjata tapi tak bisa menggunakan senjatanya karena terikat peraturan penggunaan senjata. Harus ada alasan kuat kenapa senjata tersebut harus digunakan. Jika dianggap menggunakan senjata tidak semestinya maka mereka akan diselidiki atau bisa terancam dipecat. Padahal yang mereka hadapi setiap hari adalah penjahat yang bisa saja menembak mereka terlebih dahulu. Dan jika mereka mati karena terlalu berhati-hati atau ragu menggunakan senjata, maka tak perlu lagi diselidiki.



Ada satu scene yang membuat kasian kepada para polisi ini. Suatu ketika seorang pria yang mengidap paranoid menembak polisi patroli dengan senjata rakitan. Di depan para polisi lainnya. Tentu saja polisi langsung mengeluarkan senjata dan menembak pria bersenjata meskipun rakitan tersebut. Ujungnya para polisi tersebut harus diselidiki untuk menentukan apakah perlu menggunakan senjata api. 

Lee Kwang So dan Jung Yu Mi harus memerankan polisi baru yang tak menyangka bahwa kehidupan polisi begitu berat. Ibu Han Jung Oh (karakter yang diperankan Jung Yu Mi) bahkan tak menyetujui anaknya menjadi polisi karena tak ingin anaknya dalam bahaya. Apalagi gaji polisi menurutnya tak sebanding dengan nyawa anaknya yang selalu di ujung tanduk. 


Jangan berharap Kwang So akan memerankan karakter polisi yang gagah berani, charming dan digilai wanita. Jung Oh saja menolak cintanya dan lebih memilih menerima cinta seniornya Choi Myung Ho yang tampan. Karakter Yeom Sang So yang dibawakannya adalah pria biasa yang banyak melakukan kesalahan karena terlalu bersemangat. Tapi terlepas dari kesalahan-kesalahan bodohnya sebagai anggota polisi baru, ia adalah polisi yang memiliki dedikasi tinggi untuk melindungi masyarakat dan melawan penjahat.

Sayang, episode satu sangat membosankan. Pasti banyak yang enggan meneruskan episode berikutnya karena sudah terlanjur menilai drama ini tak menarik. Saran saya, coba bertahan. Karena episode dua mulai dapat dinikmati tanpa rasa bosan. 

Terima kasih sudah membaca ^_^
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

Hai. Namaku Nanda. Anaknya suka cerita lewat tulisan dan suka belajar tentang kehidupan. Terima kasih sudah mampir, ya!

Follow My Instagram

  • Instagram

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • ▼  2019 (4)
    • ▼  September (1)
      • Review Drama Arthdal Chronicles
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
  • ►  2018 (16)
    • ►  December (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (2)
    • ►  March (7)
    • ►  February (1)
  • ►  2016 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (2)
    • ►  November (2)
  • ►  2013 (1)
    • ►  July (1)
  • ►  2012 (5)
    • ►  June (2)
    • ►  February (3)
  • ►  2011 (18)
    • ►  November (5)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2010 (13)
    • ►  December (1)
    • ►  March (11)
    • ►  January (1)
  • ►  2009 (3)
    • ►  April (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2008 (1)
    • ►  December (1)

Subscribe To

Posts
Atom
Posts
All Comments
Atom
All Comments
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose