Senin, 06 Februari 2012

SURAT CINTA #1 : Untuk Matahari



Ini untuk kamu, yang selalu menempati relung hati saya. Untuk kamu, matahari dalam perjalanan saya mengenal cinta. Menerangi sekaligus mengajari bagaimana mencintai seseorang dengan ketulusan. Saya pun menjadikanmu sebuah sejarah yang akan membentuk jiwa saya saat sekarang dan nanti. Kamu di belakang namun dengan magis membuat bayangan saya jatuh ke depan. Sungguh setiap waktu saya berterima kasih ketika menyadari sosok siluet saya sendiri.

Banyak hal yang menstimulus otak untuk sekedar mengingat kamu penuh menyeluruh. Petikan gitar misalnya. Alunan musikmu yang membuat saya bersenandung diam. Kamulah pemilik mata tertajam yang dapat menembus kulitku. Sosok terhangat yang dapat melelehkan jiwa yang dingin. 

Saya pun tersiksa akan hal itu hingga harus meninggalkan berkas cahaya terang sang matahari. Untuk pertama kalinya, saya patah hati.  Meninggalkanmu berarti hidup di bawah mega tebal yang hitam. Namun saya bersyukur karena pada hujan saya masih bisa berdoa agar kamu selalu bersinar. Walau bukan lagi untuk saya. Pada warna jingga saya memohon agar ia memperindah hidupmu. 

Dan bagaimana kabar kamu, Matahari? Cerahkah hari-harimu belakangan ini? Entah kenapa Tuhan enggan mempertemukan kita dalam suatu kejadian yang tanpa sengaja. Agar kita dapat saling berkata jodohlah yang sedang bicara. Tapi ada satu hal yang akan saya ucapkan jika hal tersebut benar-benar terjadi. Bahwa Nanda yang lugu waktu itu telah dapat berbicara cinta. Bahkan merangkai sebuah surat cinta. Buat Mataharinya. 

Aktor Tampan

Banyak pemeran yang sliweran di layar kaca, tapi satu pun nggak berbekas. Hilang lalu seperti debu. Karena mungkin saja mereka memang bukan aktor. Klo menurut pendapat saya yang palin pribadi dan nggak boleh diganggu gugat, aktor itu haruslah pernah main film. Eit.. ada tapinya! Tidak semua yang pernah main di film itu berhasil menjadi aktor. Namun diantara seribu bintang ada beberapa yang memang bersinar. Ini aktor tampan dan mereka aktor di mata saya..


Donny Alamsyah
Dia terlihat paling macho sebenarnya di video klip Andra and The Backbone versi Hitamku. Kalau akting terbaiknya di film Fiksi. Entah kenapa kalau di FTV performanya menurun. Tapi tidak ada akting yang maksimal di film murah meriah itu.






Ario Bayu
Ini namanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Tapi karena tidak percaya roman picisan seperti itu jadi butuh waktu untuk menelaah perasaan saya. Pertemuan pertama di film The Tarix Jabrix, meskipun bukan pemeran utama tapi machonya langsung memikat. Aksi terbarunya di film Catatan Harian Si Boy dan he is awesome. Dan dia nggak main di FTV manapun. Ini sih dua sisi mata uang, satu sisi nggak bisa sering-sering lihat wajah gantengnya tapi disisi lain aktingnya terjaga..

XOXO Nanda

Sabtu, 04 Februari 2012

Galau Menggombal



Hai, kangen!
Kangen sekali menulis bebas di blog sederhana ini...
Apapun yang terjadi, mungkin saya sedang tidak sederhana dan merasa tidak bebas
Fyuh! ini siklus yang tidak bisa dihindari. Tapi bukan hal berat itu yang saya mau bagi.

Saya pun menggalau di twitter. Setidaknya menurut mereka yang mengomentari kelakuan saya. Tidak ada yang bisa dibangga dari kicauan random saya. Seperti ini misalnya.

Bapak kamu pendiri partai NASDEM ya? / Kok tau?/ Soalnya kamu membawa perubahan dalam hatiku #gombalpolitikus

Bapak kamu namanya Anas ya?/ Kok tau?/ Habis nama jadi headline dihatiku #gombalpolitikus

Bapak kamu presiden Indonesia ya?/ Kok tau?/ Soalnya kamu lama BERDIAM di hatiku #gombalpolitikus

Bapak kamu Faisal Basri ya?/ Kok tau?/ Soalnya aku merasa aman kalau bersamamu #gombalpolitikus

Bapak kamu inisialnya RP ya?/ Kok tau?/ Soalnya kamu membuatku resah #gombalpolitikus

Lumayan juga mengundang komentar berbau makian serta sindiran dari teman sejawat. Dan makian paling juara adalah milik akun sobat saya Riva Aer yang me-replay : Kamu istrinya Ikang Fauzi ya?/ Kok tau?/ Soalnya tweetmu RA MUTU!!!!
Kalau sindiran terdasyat dari teman satu kampus saya, Kautsar Widie yang meRT and replay tweet saya versi NASDEM. Nanda for 2014 #jlep

Itulan runtutan kejadian yang membuat orang melebeli saya galau. Bagian mana? Tanyakan pada rumput serta ilalang yang bergoyang

XOXO Nanda

Selasa, 29 November 2011

Annisa Hertami Kusumastuti

Kabar mengejutkandari jejaring kampus. Teman saya Annisa mendapatkan peran di film sutradara kondang Garin Nugroho. Kabarnya Garin tertarik dengan wajah ayu jawa yang dimilikinya. Sewaktu dia datang mendatarkan diri sebagai pemain, Garin langsung nyuruh anak buahnya mengambil fotonya dari berbagai angle. Dan memang darimana pun dia kelihatan ayu. Tapi karena saya cewek kalau ditanya "cantik ya (annisa)?" biasa aja. Ya karena saya normal. Tapi bener kata Garin, wajahnya cantik indonesia. Saya punya fotonya yang diambil ketika memproduksi karya tugas akhir saya di tahun 2010 lalu. Dan ada dua kebetulan dalam foto di atas ini. pertama dia memakai baju adek saya karena dia nggak bawa banyak baju pas shooting. Kedua, ada saya yang kayaknya merusak pemandangan deh. hehehe nggak penting.

Akting Annisa sebagai Mariyem memuaskan.Ia bakal menjadi bintang besar, masih muda, tingkat konsentrasi dan disiplin kerja yang tingg. Hal ini jarang ditemui di industri film saat ini. Ini semua bukan kata saya tapi kata mas Garin sendiri disini

Padahal awal saya tahu kabar ini saya sedikit khawatir. Nisa bisa menaklukan perannya nggak ya? Soalnya, di kampus meskipun pernah menjadi talent juga tapi saya lebih banyak memanfaatkan adek kelas saya ini sebagai kru di balik layar. Di foto itu dia astrada.Dan dia pernah beberapa kali menyutradarai film pendek yang dibuat bersama teman-temannya. Tapi terbukti kekhawatiran saya tidak terjadi setelah membaca artikel tersebut.Yang jelas aktingnya emang sudah terlihat sejak dulu. Ketika teman-teman mempercayakan sebuah peran dia menjalaninya dengan baik.

Saya nulis ini bukti kegirangan saya aja karena ini prestasi yang membanggakan sepanjang sejarah anak-anak MMTC. Dan wujud perhatian saya sama Nisa. Selamat Nis...semoga kamu bisa jadi artis bukan selebritis seperti yang kamu harapkan.

Dan harapan saya kita bisa bekerja sama lagi. Karena kalau kerja bareng anak MMTC rasanya sesuatu hahaha.. Satu foto lagi deh, waktu kita bercamping ria di Ngelanggeran Wonosari.

Inilah wajah Indonesia Jawa yang Garin cari selama ini. Seorang mahasiswa penyiaran Radio dan Televisi tingkat akhir yang sedang proses merampungkan Tugas Akhirnya...

XOXO Nanda

Senin, 28 November 2011

Apa Adanya Nanda, Nanda Apa Adanya! #2

Ada banyak pertanyaan yang muncul. Karena tak kunjung mendapat jawaban karena bingung mau bertanya pada siapa, maka pagi buta ini saya akan menjawab sendiri pertanyaan saya. Ini dia!

1. Apa yang akhir-akhir ini membuat kamu kecewa?
 Ada. Mungkin tidak tepat kalau disebut kecewa, hanya saja sedikit menyesak di dada. Adalah teman-teman saya yang menurut saya melupakan impiannya. Kebetulan mimpi itu dulu sama dengan mimpi saya. Sekarang impian saya masih sama. Yang berbeda adalah realita bahwa dulu saya membayangkan banyak teman seperjuangan. Pada kenyataannya saya sekarang sendirian. Ini sedih kali ya.
2. Apa yang sekarang kamu impikan?
Masih sama kok. Hanya saja, dulu cuma mimpi saja mudah. Sekarang menjalaninya dalam proses mewujudkannya yang susah. Namun saya masih bertahan karena dua bulan terakhir ini saya melakoni perjalanan yang berat. Apakah saya berhasil? Itu belum pasti. Saya tidak mau takabur juga.
3. Emang apasih yang kamu impikan?
Banyak. Ini kali ya masalahnya. Satu-satu lah saya rumuskan. Karir-ada dua sisi mata uang yang ingin saya capai disini. Uang dulu deh yang jadi prioritas utama, baru kemudian karir dalam arti non-profit tapi lebih kepada sesuatu yang idealis. Uang buat mengejar status mandiri dan sukses menjadi perantauan di ibu kota negara ini. Sama buat naikin haji ibunda tercinta. Idealis itu buat mengabdikan keahlian saya salah satunya memberikan tayangan yang berguna bagi masyarakat Indonesia. Begitu. Dan kesemuanya masih sangat jauh, sekarang saja saya sudah ngos-ngosan dan hampir pingsan rasanya. Andai saja teman-teman saya juga konsisten pada mimpi bersama, pasti saya lebih mudah meraihnya.
4. Nikah? Gimana nikah?
Iya itu, nggak tau kenapa topik ini kayaknya jadi trending topik di kehidupan saya akhir-akhir ini. Nggak. Saya ngejar mimpi saya saja dulu dan nikah itu belum ada bayangan sama sekali. Yang saya lihat menikah akan memperlambat pengejaran mimpi yang telah saya rencanakan. Jadi nggak dulu deh ya... Kalau saya bilang hal seperti ini pasti akan menimbulkan protes. Menikah di usia 25 th ke bawah itu namanya nikah muda. 27 th ke bawah itu lumayanlah. Yang paling pas nikah diumur 29 th. Pemikiran ini tidak banyak yang menerima. Ya sutralah saya juga nggak maksa.Untuk traveling saya ingin jalan-jalan mengelilingi dunia dan Indonesia. Hal kecil seperti punya perpustakaan pribadi juga menjadi impian saya.

Itu aja kali ya panjang kalau semua saya share disini. Next episode deh. Selain itu ada yang saya sadari. Apa itu?
1. Saya selama beberapa bulan hidup di Jakarta, jauh dari belaian orang tua mebuat saya menyadari sesuatu. Saya telah melakukan pencitraan selama hidup. Pencitraan sebagai anak yang mandiri, selalu ingin mandiri. Sedangkan yang terjadi adalah kalau saya sakit saya memiliki suatu penyakit yaitu saya akan memberi tahu ibu atau bapak, lebih sering ibu sih, kalau saya sakit. Tujuannya adalah supaya mereka khawatir. Parah banget kan? Saya anak yang mengaku akan menjadi anak yang mandiri gemar membuat orang tua khawatir. Tapi ini kesalahan mereka juga dalam mendidik anak. Soalnya dari dulu kalau saya sakit maka artinya saya menjadi princess di rumah. Nggak boleh dimarahin, nggak disuruh-suruh, mau apa aja diusahain. Jadi kebawa sampai sekarang. Saya janji deh. nggak akan ngaku lagi sebagai anak mandiri. Suer!
2. Karena saya ternyata anak manja maka saya terima status saya yang belum dewasa. Kalau dulu saya mencak-mencak dibilang nggak dewasa. Sekarang kebalikannya. Saya nggak mau ah jadi dewasa karena kelakuan saya memang tidak dewasa. Memang kenapa kalau belum dewasa. Entah kenapa dulu saya mengejar lebel dewasa ya. Yang jelas sudah tidak lagi. Ada yang bilang "Saya tidak ingin menjadi dewasa. Hanya berpura-pura dewasa." Menjaga sikap kekanakan kita akan sangat menyenangkan.



Sudah itu saja! Judulnya sama aja ya dengan post pertama saya di bulan Desember tahun 2008. Sekian

Kamis, 24 November 2011

Teman baru

Mungkin ketemu temen baru adalah hal yang biasa. Namun temen yang satu ini spesial. Kita sama-sama punya blog, dan blognya dia itu keren banget. Kamu pakai blog yang berbayar dong kata dia. Jangan salah, nggak semua sahabat saya punya blog. Jarang deh. Trus kita juga sama penggila teh dan tentu saja dirinya lebih gila (terhadap teh-red). Sayangnya dia nggak terlalu suka kopi.
Mungkin bertemu dengan dia adalah suatu cobaan bagi saya yang suka sekali dengan nama yang diberikan oleh orang tua saya. Nanda, bagus kan? Wateva! Menurut saya bagus. Namun setelah saya bertemu dengan teman yang satu ini, dia suka bermain kata. Seperti kata janda menjadi jendes memang kata tersebut sering diucapkan kaum "melambay". Walhasil nama saya yang indah nan magis itu diplintir jadi NENDES!! Diamini oleh semuanya. Kini, sekelompok orang memanggil saya Nendes. Hadeh!
Nih blog keren doski ----> www.rumahmemez.com

Oia dia juga bilang kalau cerita hal yang simple aja.

Sekian
XOXO Nanda



Selasa, 15 November 2011

pilar menyebut dirinya dedek

Satu moment memilukan sampai saat ini ketika saya bersama dengan pilar. Adalah di suatu kali saya disuruh menjaga pilar. Nanny yang biasa selalu ada di sampingnya belum pulang dari libur lebaran. Walhasil berduaan kita mesra dari pagi sampai siang. Katanya, Oom saya, ayahnya pilar akan pulang jam duabelas. Setelah itu saya ada janji lain yang harus saya tepati. Namun yang  ditunggu-tunggu belum datang. Saya panik. Bahkan sudah jam satu lebih, telepon sudah berdering menanyakan posisi saya.
Oom akhirnya menelepon kalau mau pergi pilar dititipin tetangga. Saya ajak dia ke kamar saya, awalnya sih dengan wajah lugunya ia senang main-main di kabar saya. Raut mukanya berubah ketika melihat saya berganti pakaian. Ia tampak serius memandang saya. Saya pun menatapnya dan berfikir "apa yang dipikirkan ini anak?". Dengan ayah bundanya dia tidak pernah kelayu. Saya menyimpulkan bahwa anak ini belum mengerti dan selama ada teman di sampingnya tak apa orang pergi.
Akhirnya mulut terbuka "Mbak Nanda mau kemana?" katanya. Aduh! batin saya. Bagaimana cara menjelaskannya agar dia mengerti bahwa saya harus pergi tanpa dirinya. "Mbak mau pergi." Lalu saya gendhong keluar ke rumah tetangga. Ketika menuruni tangga dia bilang. "Dedek icut mbak nanda yak?" Nah,loh! Pingin banget ajak kamu sayang tapi ini jauh dan naik angkot begitu kata saya dalam hati. Tidak ada kata yeng keluar dari bibir saya yang bisa saya gunakan untuk menjawab pertanyaannya. Dia mengulang. "Yak?" dan lagi "Dedek icut mbak nanda yak?"
Saya pun membisu sampai depan pagar rumah tetangga. Ibu empunya rumah ini pernah jadi Nannynya barang sebentar saat Nannynya yang sekarang sakit. "Dedek main disini aja ya. Mbak pergi dulu" Dia mengangguk bersandar di tembok rumah tetangga itu. Wajahnya detik itu tidak akan pernah saya lupa. Innocent namun ada kesedihan yang tertutupi rasa pengertian. Tidak akan saya lupa. Sepanjang perjalanan saya hampir menangis...
Saya sangat mencintai kamu, Pilar yang selalu menyebut namanya sendiri dedek..



xoxo Nanda